Seminar Parenting di Teluk Bintuni, Bupati: Orang Tua Harus Jadi Tempat Aman Bagi Anak

Teluk Bintuni,sorotpapua.id – Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan peran orang tua, khususnya para ibu, Yayasan Pemerhati Perempuan dan Anak (Phapeda) berkolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Teluk Bintuni menyelenggarakan seminar parenting dengan tema _”Kenali Hatinya, Pahami Karakternya, Bimbing Masa Depannya”_.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Yayasan Phapeda dan DWP dalam mendukung penguatan peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter dan masa depan generasi muda di Kabupaten Teluk Bintuni. Kegiatan berlangsung di Cafe To Be Bintuni, Selasa (3/11/2026).

Ketua Yayasan Phapeda Teluk Bintuni, Cristine Eveline Mustamu, menyampaikan kegiatan ini secara khusus ditujukan kepada para ibu untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya mengenali karakter dan potensi setiap anak.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan membekali para ibu dalam mendampingi serta mengarahkan pendidikan anak sesuai kemampuan dan kedudukannya, serta mendorong terciptanya komunikasi yang baik antara ibu dan anak dalam keluarga.

Ia berharap para ibu memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya percaya bahwa masa depan anak-anak Teluk Bintuni dimulai dari keluarga yang mau mendengar, memahami, dan membimbing mereka dengan kasih. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi para ibu dan menjadi langkah yang berarti bagi masa depan generasi Teluk Bintuni,” ujar Cristine.

Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, S.E., M.H., yang membuka langsung seminar tersebut mengatakan, setiap orang tua tentu menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, dan berkarakter. Namun, tantangan dalam mendidik anak saat ini berbeda dengan zaman dahulu.

“Pola pengasuhan lama yang baik tetap perlu dipertahankan, tetapi cara penerapannya harus sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan anak,” ujar Bupati.

Bupati mencontohkan, dulu kedisiplinan sering diterapkan dengan hukuman fisik, penetapan aturan, dan pemberian batasan sebagai bagian dari tanggung jawab dan bentuk kasih sayang orang tua.

Dikatakan Bupati, tantangan orang tua saat ini adalah memahami kebutuhan dan perkembangan anak sesuai usianya, terutama dalam menghadapi penggunaan gadget, kemajuan teknologi, pergaulan, serta perubahan pola pembelajaran di sekolah melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning).

“Oleh karena itu, orang tua harus hadir bukan hanya untuk mengawasi, tetapi juga mendampingi, membimbing, dan menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak untuk berbagi cerita,” katanya.

” Mari belajar bersama menjadi orang tua yang tidak hanya menyekolahkan anak, tetapi juga mendampingi, membentuk karakter, dan menyiapkan mental sejak dini,” pungkas Bupati Yohanis Manibuy(pw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses