Bukan Sekadar Infrastruktur ,Inilah Jejak Prestasi Bupati Manokwari di Tanah Papua

Manokwari,sorotpapua.id – Jika Anda datang ke Manokwari lima tahun lalu, ceritanya mungkin tentang sampah dan pasar kumuh. Hari ini, cerita itu berganti. Piala Adipura terpajang di kantor bupati, aplikasi pembayaran pajak daerah berjalan, dan traktor mulai membuka 1.400 hektare sawah baru di Prafi.
Perubahan itu punya satu nama yang sering disebut: Hermus Indou.
Lahir 15 Agustus 1976, alumni SMAN 1 Manokwari, S1 STPMD Yogyakarta dan S2 Ilmu Hukum, Hermus bukan politikus karbitan. Ia adalah birokrat yang lama menjadi PNS sebelum akhirnya dipercaya memimpin kabupaten ibukota Provinsi Papua Barat sejak 26 Februari 2021, dan kembali terpilih untuk periode kedua 2025-2030 dengan 54.978 suara (55,17%) bersama Wakil Mugiyono, dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.
Apa saja yang sudah ia torehkan?
1. Manokwari Kota Adipura*
Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, Manokwari menggondol Penghargaan Adipura 2022 dari Kementerian LHK. Penghargaan yang diserahkan langsung di Jakarta itu menjadi bukti kerja sistem persampahan dan ruang terbuka hijau mulai berbenah.
2. Pelayanan Publik Masuk 38 Besar Nasional
Di tengah keluhan pelayanan di daerah, Manokwari justru meraih *Predikat Kepatuhan Tertinggi Kategori A dengan nilai 89,30 dari Ombudsman RI*. Nilainya menempatkan Manokwari di 38 besar dari 415 kabupaten se-Indonesia. Artinya, standar pelayanan publiknya sudah masuk zona hijau nasional.
3. Juara Digitalisasi Daerah
Manokwari dinobatkan sebagai Champions TP2DD 2023 wilayah Nusampua. Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) mencapai 92,5% dengan indeks progress 127%. Retribusi, pajak, dan belanja daerah kini hampir semua digital.
4. Jaminan Sosial Pekerja Terlindungi
Melalui program BPJS Ketenagakerjaan, Manokwari meraih *Paritrana Award Tingkat Provinsi Papua Barat 2021* dan mewakili Papua Barat ke tingkat nasional.
5. Infrastruktur Ibukota Yang Dikejar
Inilah yang paling terlihat. Sebelum mengakhiri periode pertama, Hermus berjanji menuntaskan:
– *Pasar Sanggeng
– *RTH Borasi (Ruang Terbuka Hijau Borarsi)
– Perpanjangan runway Bandara Rendani tahap pertama, jembatan dan jalan alih trase bandara

Di periode keduanya, ia langsung tancap gas mengusulkan ke Dirjen Bina Wilayah Kementerian PU: *Pasar Raya / Pasar Induk Wosi, RSUD Manokwari, Gelora Prabowo, dan Manokwari International Sport Centre*, termasuk pembangunan Jembatan Pepera 1969 sebagai ikon sejarah.
6. Terobosan Periode Kedua: Transmigrasi Lokal dan Lumbung Pangan*
Hermus menolak konsep transmigrasi lama yang mendatangkan penduduk dari luar Papua. Ia mencanangkan Transmigrasi Lokal*: warga yang tinggal di kawasan kumuh kota seperti Sanggeng, Wosi, Arkuki, Mbraeri, Teluk Doreh dan Teluk Sawaibu akan direlokasi ke 10 lokasi pemukiman baru yang lengkap dengan jalan, air dan listrik.
Untuk pangan, Prafi yang dikenal sebagai lumbung pangan sejak 1980-an kembali dihidupkan. *Tahun 2026 target cetak sawah baru 1.400 hektare*. Ditambah penyusunan *RDTR Warmare-Prafi 2025-2045* sebagai Kawasan Strategis Ketahanan Pangan, yang pada Rakor Lintas Sektor di Kementerian ATR/BPN Jakarta, 9 Desember 2025, dinilai sebagai paparan terbaik dari tiga kabupaten peserta.
7. Manusia Jadi Ukuran
Di luar fisik, Hermus menargetkan penurunan angka stunting dan penurunan angka kemiskinan dari 19% menjadi 18%. Gaya kepemimpinannya keras pada ASN. Pada apel November 2026 ia menegaskan belanja pegawai Rp600 miliar harus sebanding dengan pelayanan.
Dari birokrat, menjadi bupati penerima Adipura, menjadi arsitek Manokwari baru. Itulah jejak Hermus Indou sejauh ini.
Penulis : FW



