Teluk Bintuni Adalah Penyumbang Pendapatan DBH Migas Terbesar ke Provinsi Tetapi Karir ASN OAP 7 Suku Terlupakan

Teluk Bintuni,sorotpapua.id – Ketidakadilan ketika daerah penghasil Dana Bagi Hasil (DBH) Minyak dan Gas (Migas) menyumbang pendapatan besar bagi Provinsi, namun karier Aparatur Sipil Negara (ASN) dari daerah tersebut seolah terabaikan dalam pengisian jabatan di tingkat pemerintah provinsi
“Kontribusi Kabupaten Teluk Bintuni untuk Provinsi Papua Barat sangat besar, tetapi Orang Asli Papua(OAP) 7 suku hampir tIdak ada di Organisasi Perangkat Daerah(OPD) Provinsi Papua Barat”Ujar Tokoh Masyarakat Teluk Bintuni Dr. Ir. Petrus Kasihiw, MT kepada media ini,Jumat(16/10/2026)
Lebih lanjut,menurut mantan Bupati Teluk Bintuni dua periode itu bahwa,ia tidak mengetahui pasti alasannya kenapa?. Apakah tidak ada anak OAP 7 suku yg berminat melamar ke Propinsi Papua Barat atau karena lemahnya Sumber Daya Manusia(SDM) sehingga tIdak mampu bersaing saat seleksi JPT, Jabatan Administratur dan fungsional? atau ada faktor lain dimana ada jatah kuota dari 7 Kabupaten di Papua Barat?

Kami sangat menyayangkan hal ini. Oleh karena itu,kami mohon Bapak Gubernur, Wakil Guberbur dan Sekda Papua Barat memperhatikan pola rekrutmen pejabat agar ada keseimbangan dan keterwakilan atau ada jatah OAP dari 7 Kabupaten sehingga Provinsi jadi milik bersama
Selain itu,saat Pilkada, Kabupaten Teluk Bintuni memberikan sumbangan suara sah dengan relatif terbesar di atas 60 persen bagi Drs. Dominggus Mandacan, M.Si. dan Mohamad Lakotani, S.H., M.Si(DOAMU) selama dua periode”pungkas PK sapaan akrab Petrus Kasihiw(pw)


