Inilah Sosok Petrus Kasihiw: Dari Bupati Dua Periode di Teluk Bintuni,Kini Nakhodai PSI Papua Barat

Teluk Bintuni,sorotpapua.id – Jika ada satu nama yang jejak kepemimpinannya tak bisa dilepaskan dari Kabupaten Teluk Bintuni, nama itu adalah *Dr. Ir. Petrus Kasihiw, MT.*

Selama hampir 9 tahun, dari 17 Juni 2016 hingga 22 September 2024, ia memimpin Bintuni sebagai Bupati dua periode. Kini, setelah sempat memimpin DPW Partai NasDem Papua Barat Daya dan maju sebagai Calon Wakil Gubernur Papua Barat Daya pada Pilkada 2024, Petrus Kasihiw memulai babak baru dalam karir politiknya.

Pada 19 Oktober 2026 lalu, ia resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan dipercaya sebagai *Ketua DPW PSI Papua Barat.*

Kenapa PSI? Karena Jokowi

Kepindahan Petrus dari NasDem ke PSI mengejutkan banyak pihak, namun alasannya sangat personal dan ideologis. Ia mengaku terpikat oleh sosok Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

“Setelah mempertimbangkan banyak hal, terutama melihat figur Bapak Jokowi sebagai panutan, karena waktu itu beliau adalah presiden dan kami adalah bawahan beliau selaku bupati, dan banyak hal positif yang telah diraih beliau, saya tertarik dan ingin sekali mengikuti perjuangan beliau,” ujar Petrus di Kantor DPP PSI Jakarta, saat menerima jaket PSI dari Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali.

Baginya, Jokowi adalah sosok pemimpin yang telah 23 kali mengunjungi Tanah Papua dan paham betul kebutuhan masyarakat Papua. Kedekatan itu yang ingin ia lanjutkan melalui PSI.

Warisan di Bintuni: Peletak Fondasi

Selama dua periode memimpin Bintuni bersama Matret Kokop, Petrus Kasihiw dikenal sebagai bupati pembangunan. Ia yang meletakkan banyak fondasi infrastruktur dasar, membuka akses ke distrik-distrik, dan mengawal hubungan strategis dengan Proyek LNG Tangguh yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Ia juga adalah sosok yang berhasil membawa Bintuni meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tujuh kali berturut-turut dari BPK tahun 2016 – 2023, melalui kerja keras BPKAD yang saat itu dipimpin Herman Kayame dan kemudian dilanjutkan Laras Nuryani.

Masa jabatannya berakhir pada 2024 dan dilanjutkan oleh Bupati definitif hasil Pilkada, Yohanis Manibuy. Sertijab dilakukan dengan penuh kekeluargaan, menandai berakhirnya era Petrus Kasihiw yang selama hampir satu dekade memimpin Sisar Matiti.

Target Baru Bersama PSI: Kursi DPR RI dan Pimpinan DPRPB

Kini sebagai Ketua DPW PSI Papua Barat, Petrus tidak main-main. Dalam silaturahminya dengan Jokowi pada akhir Oktober 2026, ia memaparkan target politik yang ambisius untuk Pemilu 2029:

*1 Kursi DPR RI, 4 Kursi DPR Papua Barat, dan masing-masing 3 kursi di 7 kabupaten* yang menjadi sasaran penguatan organisasi.

Strateginya jelas: membangun struktur partai dari tingkat DPW, DPD, DPC hingga ke tingkat kampung. Baginya, PSI harus menjadi jalan politik baru bagi Orang Asli Papua (OAP).

“Struktur PSI ini harus diperkuat mulai dari provinsi, kabupaten, distrik, sampai kampung,” tegasnya. Ia ingin PSI menjadi partai yang tidak hanya memasang baliho, tapi benar-benar menjadi jalur aspirasi dari kampung ke pusat pengambilan keputusan.

Dari Bupati dua periode, menjadi Ketua DPW NasDem, lalu kini menjadi nahkoda PSI Papua Barat. Perjalanan Petrus Kasihiw menunjukkan bahwa pengabdian seorang pemimpin tidak berhenti ketika jabatan bupati selesai. Ia terus mencari jalan untuk mengabdi bagi Tanah Papua, kini dengan warna baru: Seragam PSI putih berlogo gajah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses