Bukan Sekadar Dermaga, Pelabuhan Babo Simbol Kebangkitan Ekonomi Pesisir di Era Yohanis Manibuy

Teluk Bintuni,sorotpapua.id – Jika ada satu kata yang paling sering diucapkan masyarakat Distrik Babo, Kabupaten Teluk Bintuni, selama puluhan tahun, maka kata itu adalah “dermaga”.
Kerinduan akan sebuah pelabuhan yang layak, aman, dan mampu menjadi pintu masuk ekonomi pesisir akhirnya terjawab. Di era kepemimpinan Bupati Yohanis Manibuy, SE., MH., kerinduan itu resmi terobati.
Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni secara resmi melakukan _ground breaking_ atau peletakan batu pertama pembangunan Pelabuhan Babo pada Selasa (5/8/2026). Pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol kebangkitan ekonomi pesisir Teluk Bintuni.
Proyek Strategis yang Lama Dinanti
Selama bertahun-tahun, Dermaga Babo dalam kondisi memprihatinkan dan rusak, sehingga aktivitas transportasi laut masyarakat, nelayan, dan distribusi logistik menjadi tidak maksimal. Bahkan Kementerian Perhubungan sempat menjanjikan pembangunan, namun tak kunjung terealisasi.
Kini, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Teluk Bintuni, mimpi itu diwujudkan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Teluk Bintuni, Jandri Salakory, SE., MM., mengatakan pembangunan ini merupakan program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Yohanis Manibuy – Joko Lingara yang tertuang dalam RPJMD 2025-2030.
“Ini adalah jawaban atas kerinduan masyarakat Babo. Pembangunan ini menggunakan skema multiyears Tahun Anggaran 2026-2027,” ujar Jandri.
Proyek ini dikerjakan oleh PT Arafah Wiratama KSO dengan nilai anggaran sekitar *Rp78,7 miliar* dan ditargetkan selesai dalam 600 hari kerja, atau pada tahun 2027 mendatang. Kapal pembawa tiang pancang bahkan telah tiba untuk memulai pekerjaan utama.
Bukan Sekadar Dermaga, Tapi Motor Ekonomi Baru*
Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menegaskan, pembangunan Pelabuhan Babo memiliki makna yang jauh lebih besar dari sekadar infrastruktur.
“Hari ini bukan sekadar peletakan batu pertama, tetapi menjadi simbol dimulainya pembangunan yang akan memperkuat konektivitas wilayah pesisir sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi yang aman, layak, dan berkelanjutan,” tegas Bupati yang akrab disapa Anisto itu.
Menurut Bupati, Babo memiliki posisi strategis sebagai etalase Teluk Bintuni. Dengan pelabuhan yang layak, maka:
1. Distribusi barang dan hasil bumi dari pesisir akan lebih lancar.
2. Biaya logistik yang selama ini tinggi dapat ditekan.
3. Akses pendidikan, kesehatan, dan pelayanan pemerintahan menjadi lebih mudah.
4. Babo bisa dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Bersamaan dengan Pelabuhan Babo, Pemkab Teluk Bintuni juga membangun empat jetty penunjang di Distrik Aroba, Aranday, Yakora, dan Kamundan, serta menyerahkan dua unit speed boat untuk mendukung operasional TNI AL dan Polres.
Bagi masyarakat Babo, pembangunan dermaga ini adalah bukti bahwa pemerintah hadir. Kerinduan yang dipanjatkan selama bertahun-tahun, akhirnya berlabuh di zaman kepemimpinan Yohanis Manibuy.




