Mewakili Bupati,Marinus Aronggear Buka Proses Rekrutmen ASN dan Non ASN di RSPBR

Teluk Bintuni,sorotpapua.id – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni resmi membuka proses rekrutmen ASN dan Non-ASN untuk Rumah Sakit Pratama Babo Raya (RSPBR), Senin (1/12/2025).

Pembukaan seleksi proses rekrutmen ASN dan Non-ASN untuk Rumah Sakit Pratama Babo Raya (RSPBR), dibuka oleh Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, SE., MH., yang di wakili oleh Staf Ahli Kesehatan Setda Teluk Bintuni,,Marinus Aronggear.Amk

Dalam sambutanya, ia menegaskan bahwa pembangunan layanan kesehatan pesisir menjadi prioritas utama dalam visi Teluk Bintuni Serasi.

RSP Babo Raya diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan lanjutan dan spesialistik bagi masyarakat pesisir. “Ini bukan sekadar membangun rumah sakit, tetapi membangun sistem pelayanan kesehatan yang humanis dan berkualitas,” ujarnya

Untuk itu,saya berharap,Dinas Kesehatan melalui RSP Babo Raya dapat memperkuat kerjasama dengan berbagai organisasi profesi kesehatan dalam pelaksanaan seleksi ini.Sehingga proses penyaringan dapat berjalan objektif,profesional dan menghasilkan SDM yang benar benar kompeten di bidangnya .

Kehadiran tenaga kerja kesehatan yang memiliki kapasitas klinis,etika,profesi dan jiwa pelayanan akan jadi motor penggerak dalam wujudkan layanan kesehatan paripurna di RSP Babo Raya

Terkait dengan adanya laporan bahwa cukup banyak pelamar yang belum lolos seleksi administrasi karena kendala tidak memiliki surat tanda registrasi(STR)saya menghimbau kepada pimpinan organisasi profesi agar terus mendukung peningkatan kapasitas anggotanya”tutup Bupati

Sementara itu,Ketua Panitia Seleksi,Samuel Manibuy.SKM.MM menjelaskan, formasi 2026 sendiri dibuka dalam tiga gelombang, mencakup tenaga perawat, bidan, farmasi, analis lab, administrasi, tenaga umum, hingga dokter umum dan dokter spesialis.Jumlah pelamar menurutnya,jauh melampaui kuota yang tersedia.

Untuk formasi dokter umum saja, lebih dari 50 pelamar mendaftar—menunjukkan tingginya minat sekaligus kepercayaan tenaga kesehatan terhadap RSP Babo Raya. Meski demikian, sekitar 10–15% pelamar perawat dan bidan dinyatakan tidak lolos administrasi karena tidak memiliki STR atau Sertifikat Kompetensi.

Guna menjamin kualitas SDM yang diterima, proses seleksi kompetensi akan menggunakan metode OSCE (Objective Structured Clinical Examination), yaitu ujian praktik terstruktur yang menguji kemampuan klinis secara langsung melalui berbagai skenario.

Peserta seleksi berasal dari Teluk Bintuni maupun luar daerah, sementara penguji merupakan gabungan tenaga profesional dari Dinas Kesehatan, RSUD Teluk Bintuni, RSP Babo Raya, serta organisasi profesi kesehatan.

Ketua panitia berharap seleksi ini melahirkan tenaga kesehatan beretika dan berkualitas. “Semoga yang terpilih nantinya menjadi berkat bagi masyarakat Sisar Matiti,” pungkas Semuel.

Rekrutmen ini menjadi langkah awal menghadirkan layanan kesehatan pesisir yang lebih adil, merata, dan berkualitas di Teluk Bintuni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses