Inilah Kisah Miko Furimbe Alumni P2TIM

Batam,sorotpapua.id – Miko Furimbe tak kenal kata menyerah. Anak suku Irarutu, Kabupaten Teluk Bintuni ini terbang ribuan kilometer dari tanah kelahirannya. Ia kini berkerja di PT McConnell Dowel di Batam, Kepulauan Riau.

Miko adalah lulusan P2Tim Batch 5 jurusan rigging tahun 2020. Sebelum berlabuh dengan McConnell Dowel, ia telah bekerja di di PT Citra Tubindo Engineering, PT Austin Engineering, dan PT McDermott Indonesia.

“Yang saya rasakan setiap langkah menjadi bagian dari proses belajar dan pembentukan karakter profesional yang kuat. Keberanian keluar dari zona nyaman adalah awal dari perubahan besar,” kata Miko Selasa (11/10/2025).

Ia pantas mengatakan itu. Hidup di perantauan selama 5 tahun, Miko tidak hanya telah berjuang untuk mencari pekerjaan, tapi juga bagaimana bertahan, beradaptasi, dan terus tumbuh di dunia persaingan yang nyata dan ketat.

“Sabar, disiplin, kreatif, hemat, dan terus mau mencoba hal baru itulah kunci yang membawa saya melangkah semakin jauh,”lanjutnya.

Semasa di Batam, Miko banyak bertemu para alumni P2TIM yg datang dan pergi. Miko menceritakan bahwa semua pencari kerja yang merantau dan keluar dari zona nyaman pasti mengalami banyak tekanan.

Tekanan itu baik secara keuangan ataupun mental. Dalam situasi seperti ini, seorang petarung harus mampu mengeluarkan kemampuan terbaik dalam dirinya untuk bertahan dan maju terus.

Miko melihat kawan-kawannya itu memiliki semangat namun ketika menemui tantangan hanya yang memiliki semangat juang tinggi yang akan bertahan dan meraih kesuksesan.

“Inilah kehidupan nyata. Tidak semua selalu berjalan mulus. Saya juga pernah mendapat tawaran pekerjaan di Tanjung Balai Karimun bersama beberapa alumni yang lain. Namun ternyata tidak sesuai harapan,“ sambungnya.

Miko tidak patah semangat. Miko percaya bahwa pengalaman tersebut akan membuat dirinya semakin kuat dan memberi kesuksesan yang lebih.
Tantangan dan kesulitan akan membuat kita naik level dalam hidup dan bekerja.

“Tentu kita tidak harus jadi orang yang terpintar dan terkuat untuk tetap bertahan, hanya saja ketekunan dan kegigihan akan menguji kita dan membedakan kita satu sama lain,” imbuhnya.

Pada saat seperti itu kita akan tertantang mencari jalan keluar sampai berhasil atau kita hanya akan mencari alasan pembenaran dan kita akan menyerah.

Miko merefleksikan apa yang telah ia lihat dan alami bahwa jika kita ingin sukses yang perlu kita bentuk dan miliki pertama-tama adalah mindset yang positif, pikiran yang terbuka terhadap perubahan, dan berani keluar dari zona nyaman untuk menjadi versi terbaik diri kita.

“Mindset dan keberanian membuat kita lebih kuat secara mental, sehingga fisik kita pun ikut bersemangat mewujudkan sesuatu yang kita harapkan,” lanjutnya.

Orang yang sukses bukan yang tidak pernah gagal, tapi yang berani melawan rasa takut gagal itu setiap hari. Keberhasilan dan kegagalan adalah bagian hidup kita.

“Kesuksesan pasti diinginkan semua orang, tapi tidak semua orang mau melalui prosesnya, semua orang mau menjadi berhasil dan bekerja tapi tidak semua orang sanggup bertahan dengan lelah fisik dan mental, dan tantangan,”tutupnya seraya berdoa makin banyak rekan-rekannya dari Papua yang juga berhasil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses