Penyebab Kerusakan RS Pratama Babo Karena Kondisi Alam,Pihak Ketiga Akan Segera memperbaikinya

Teluk Bintuni,sorotpapua.id – Kepala Dinas Kesehatan Teluk Bintuni,Franky.D.Mobilala menjelaskan,Pembangunan gedung utama Rumah Sakit Pratama Babo Raya menghabiskan anggaran 50 miliar dari APBN 2023
Dari anggaran 50 miliar ini,digunakan untuk Pembangunan 1 gedung utama(IGD),1 Gedung rawat inap(Irna),1 gedung poliklinik spesialis dan 1 unit gedung radiologi.Empat gedung tersebut selesai dibangun oleh kontraktor pelaksana dalam kurun waktu 8 bulan,yaitu pada bulan Desember 2023.
Sedangkan untuk pengadaan Alkes 20 miliar.Jadi 50 miliar itu untuk pembangunan empat unit gedung
“Nah,untuk masa pemeliharaan ditegsakan Mobilala bahwa,sudah selesai di bulan Juli 2024.Dan fungsi bangunan pada waktu itu tidak ada kendala,kecuali pekerjaan elektrik tidak dapat di uji coba,mengingat pada tahap ini belum masuknya aliran listrik dari PLN”ujar Mobilala

Lebih lanjut,dijelaskan Mobilala bahwa,terkait kurang maksimal di area AC,hal ini dikarenakan proses uji coba fungsi tidak dapat dilaksanakan karena saat itu belum adanya aliran listrik dari PLN.Setelah aliran listrik dari PLN berfungsi sekitar triwulan empat tahun 2024,barulah AC berfungsi dengan baik ,tetapi masih terdapat kebocoran di beberapa titik,tetapi saat ini masih dalam tahap penulusuran untuk perbaikan.
Sedangkan terkait dengan kebocoran plafond di beberapa titik,dikarenakan karena adanya kondisi alam (hujan dan angina kencang) sekitar bulan Maret 2025.Sebagai pengingat dan catatan bahwa,selama masa pemeliharaan oleh pihak ketiga,untuk fungsi atap dan plafond tidak ada kendala(bocor)
Jadi selama kurun waktu 1 tahun setelah selesainya masa pemeliharaan pada bulan Juli 2024,sampai dengan saat ini belum tersedianya anggaran untuk pemeliharaan fungsi gedung terkait hal hal minor
Namun terkait kendala sebagaimna yang timbul seperti,kebocoran plafond atau tidak berfungsinya bangunan secara baik,maka pihak Dinas Kesehatan sudah melakukan komuniksai dengan pihak kontraktor dan mereka bersedia memperbaiki walaupun sudah diluar masa pemeliharaan yang sudah selesai”tegas Mobilala
Lebih lanjut,dijelsakan Mobilala lagi bahwa,Pembangunan RS Pratama Babo Raya adalah bagian dari Walpam atau pendampingan dan pengawasan dari Kejaksaan Tinggi Papua Barat.
Untuk itu,Mobilala mengajak masyarakat melihat secara utuh kehadiran rumah sakit Babo ini adalah untuk memperpendek pelayanan kesehatan di daerah bagian timur,utara.Karena pengalaman selama ini teman teman yang ada di Puskesmas Tanah Merah,Kaitaro dan Puskesmas lainya saat merujuk pasien yang kritis ke RSUD Bintuni selalu terkendala msalah cuaca sehingga mengakibatkan hampir sebagian besar pasien meninggal dunia.
Maka timbulah ide untuk memperpendek pelayanan kesehatan dengan menghadirkan Ruma Sakit Pratama Babo Raya.Dalam kesempatan ini atas nama pemerintah daerah secara khusus sebagai Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan permohonan maaf jika dalam proses pembangunan ada kekurangan.Karena manusia tidak ada yang sempurna,yang sempurna hanya Tuhan Allah”pungkas Mobilala(pw)



