Di Usia ke 50 Tahun,Bupati Teluk Bintuni Berharap IKT Terus Berperan Aktif Dalam Pembangunan

Teluk Bintuni,sorotpapua.id – Bupati Teluk Bintuni,Yohanis Manibuy berharap di usianya yang ke 50 tahun Ikatan Keluaraga Toraja(IKT)Teluk Bintuni terus berperan aktif dalam pembangunan
“Keberadaan IKT di Tanah Sisar Matiti merupakan sebuah simbol persatuan serta keberagaman dan nilai nilai kekeluargaan ,etos kerja,dan semangat gotong royong merupakan sebuah kekuatan yang patut kita contohi
Hal ini diungkapkan Bupati saat menghadiri HUT IKT ke 50 dan perayaan Paskah di Tongkonan Tanah Merah,Sabtu(31/5/2025)
Lebih lanjut,dijelaskan Bupati bahwa,IKT terus mengambil peran dalam pembangunan,baik sosial budaya,ekonomi,dan menjaga toleransi serta keharmonisan di tengah tengah keberagaman masyarakat.
Untuk itu,saya mengapresiasi atas dedikasi dan kontribusi masyarakat Toraja selama 50 tahun ini.Di usia 50 tahun yang merupakan usia emas ini,merupakan sebuah bukti keteguhan dan kesetiaan masyarakat Toraja menjaga identitas budaya dan membangun kebersamaan”
Dengan usianya ke 50 tahun ini,saya berharap IKT terus berkarya dan jadi pilar kebersamaan untuk bersama sama membangun Papua Barat lebih khusus tanah Sisar Matiti” harap Bupati
Sementara itu,Ketua Panitia,Daniel Dudung mengatakan,peringatan HUT ini menjadi sebuah momentum penting memperingati kebangkitan Yesus Kristus
Selain itu,HUT ke 50 hari ini mengenang kembali perjalanan panjang IKT saat didirikan tanggal 27 Mei 1975 di Teluk Bintuni.
“Ada berbagai kegiatan dilakukan menjelang HUT,seperti olahraga dan seni agar mempererat tali silahturahmi masyarakat Toraja.Semua kegiatan dan puncak HUT hari ini dibiayai oleh sumbangan masyarakat Toraja sebesar 87,5 juta serta bantuan Pemda Teluk Bintuni sebesar 100 juta
Hal yang sama juga ditegaskan Ketua IKT Teluk Bintuni,drg Ferdinan Mangalik,ditegaskan bahwa, dalan momentum bersejarah ini,saya mengajak semua masyarakat Toraja untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah,junjung integritas serta hidup rukun dengan suku suku yang ada di Teluk Bintuni .
“Ingat pepatah,”Dimana Bumi Dipijak”Disitu Langit Dijunjung”.Maka saya ajak kita semua hidup di dalam keharmonisan antara masyarakat 7 suku,Papua dan Nusantara “ujar Mangalik(pw)


