Teluk Bintuni Darurat HIV/AIDS,Positif Terinfeksi HIV 1.034 dan AIDS 34 Orang

Teluk Bintuni,sorotpapua.net – Apa itu HIV/AIDS? HIV adalah (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh.

Sedangkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah tahap akhir dari infeksi HIV, di mana sistem kekebalan tubuh sudah sangat lemah.

Saat ini,Teluk Bintuni terus mengalami lonjakan HIV/AIDS.Dimana sebelumnya angka terinfeksi positif HIV di Bintuni mencapai 989 orang.

Namun berdasarkan hasil pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan Teluk Bintuni sementara ini, yang  tercatat positif terinfeksi HIV meningkat menjadi 1.034 orang.

“Sedangkan yang sudah mengidap AIDS atau orang dengan AIDS (ODHA) sebanyak 34 orang.

Akibat dampak dari tingginya angka HIV di Teluk Bintuni,sudah banyak orang  yang meninggal dunia,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni Franky D. Mobilala, SKM, M.Kes kepada wartawan diruang kerjanya,Rabu(8/5/2025)

Lebih lanjut,dikatakan Franky Mobilala, saat ini masih banyak warga Teluk Bintuni yang belum terdeteksi ,itu disebabkan karena  mereka belum memeriksakan diri.

Penyakit HIV ini ibarat gunung es,yaitu di atas puncak kita lihat, tetapi di bawah gunung es tidak bisa dilihat.

Tentu ini menjadi perhatian serius kita semua. Untuk pencegahan virus HIV tentunya tidak hanya tugas dari orang kesehatan saja.Melainkan semua pihak harus ikut terlibat untuk menyelamatkan generasi-generasi kita dari virus HIV. Terutama generasi orang asli Papua (OAP). Sebab orang Papua baik dewasa dan  anak-anak positif HIV di Bintuni sudah ada yang meninggal.

Oleh karena itu, sangat perlu adanya keterlibatan semua pihak untuk melakukan pencegahan terhadap virus HIV baik pihak Gereja, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda.Mari bersama sama membicarakan dan melihat hal ini ke depan demi menyelematkan semua generasi muda yang ada di kabupaten Teluk Bintuni,” ujar Mobilala.

Menurut Mobilala ,dulunya penyakit HIV ini hanya ada di kota saja. Tetapi sekarang penyakit HIV sudah menular sampai di pinggiran seperti distrik dan bahkan sampai di kampung-kampung.

“Kita punya pasien HIV juga ada di kampung-kampung. Maka virus HIV ini mudah menular ke distrik-distrik dan ke kota.Tentu ini akan membahayakan kita semua,sehingga semua elemen harus bergandengan tangan mencegah HiV.

Sebab, kalau hanya mengandalkan orang  kesehatan sendiri bekerja, itu tidak akan mampu menghabiskan atau menekan jangka penularan HIV/AIDS sehingga perlu keterlibatan semua pihak.

Dan yang paling utama setiap warga Bintuni harus takut Tuhan dalam hidupnya,” pungkasnya.

Penularan HIV dapat terjadi melalui: Hubungan seksual yang tidak aman, Berbagi jarum suntik, Transfusi darah yang tidak aman, dan dari ibu ke anak selama kehamilan atau persalinan.

Pencegahan dan pengobatan HIV/AIDS sangat penting. Tes HIV dapat membantu mendeteksi infeksi dini, dan pengobatan antiretroviral (ART) dapat membantu mengontrol virus. ###

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses